Sejarah Massage
Sejarah perkembangan sport massage Dunia.
Pengetahuan tentang massage tidak tercipta dari satu atau beberapa zaman atau hasil ciptaan beberapa orang, tetapi adalah hasil dari pengalaman pemikiran dan penelitian orang zaman ke zaman. Sejak zaman purba manusia telah mengenal massage dengan berbagai macam ragam bentuk dan cara penggunaanya. Hal ini dapat diketahui dari peninggalan-peninggalan mereka yang berupa tulisan-tulisan atau benda-benda relief yang masih ada hingga saat ini.
Sport massage tercipta seiring dengan perkembangan pengetahuan massage dan olahraga, dari zaman satu ke zaman yang lainnya. Secara kronologis, dari hasil penemuan para ahli yang dapat dikumpulkan tentang sejarah perkembangan sport massage, terdapat pokok-pokok garis besar seperti uraian di bawah ini:
Bangsa Cina Purba. Dari buku-buku yang dianggap suci oleh bangsa Cina purba diantaranya buku KONG FU (kira-kira 3000 th SM), terdapat tulisan-tulisan yang menyatakan bahwa bangsa Cina purba pernah melakukan massage dan senam sebagai cara untuk pengobatan (Heilgymnas).
Bangsa India. Sebuah buku peninggalan bangsa India “ Veda” (kira-kira th 1800 SM) dari salah satu bab yang berjudul Ayur, terdapat ulasan panjang lebar tentang kesehatan, massage dan senam penyembuhan. Di antaranya terdapat sebuah kalimat yang berbunyi : Bangun pagi-pagi, cuci mulut,menggosok seluruh tubuh kemudian melakukan senam pagi.
Bangsa Mesir dan Persia purba. Dari peninggalan-peninggalan benda-benda relief bangsa Mesir maupun bangsa Persia purba dapat disimpulkan bahwa mereka telah mengenal massage. Untuk merawat kulit, bangsa Mesir purba menggosok tubuhnya dengan lumpur yang berasal dari sungai nil dan kemudian berjemur dalam terik matahari.
Bangsa Yunani Purba. Bangsa Yunani purba memiliki ahli-ahli massage, yang sedikit banyak mewariskan pada kita tentang pengertian-pengertian massage yang dilakukan orang pada saat itu. Bangsa Yunani menyebut massage dengan kata “Anatripsi”.
Seorang dokter yang terkenal pada saat itu, Hypocrates (460-377 SM), banyak mengemukakan tulisan-tulisan mengenai soal-roal medis dan massage. Di antara hasil karyanya ialah sebuah buku yang berjudul GYMNASTICA. Dokter lainnya ialah Gaelenos (kira-kira 131 th SM), membawa dan menyebarkan pengetahuan massage ke Roma sehingga bangsa Roma banyak meniru bangsa Yunani. Sport massage menjadi lebih popular lagi dengan adanya pertandingan-pertandingan Gladiator.
Abad ke-sembilan belas. Pada awal abad ke- 19 tidak terdapat kemajuan yang berarti bagi perkembangan yang berarti bagi perkembangan massage. Pada saat itu seorang dokter bangsa Belanda bernama John G Mezger (th 1838-1909) banyak mempelajari buku-buku ciptaan Ling dan ahli-ahli bangsa Perancis diantaranya Tissot (th 1780) dan dr. Hildebrand. Sebagai masseur beliau dianggap berhasil dengan benyaknya pendeta yang berdatangan dari segala penjuru untuk meminta pertolongannya. Bahkan banyak pula dari kalangan keluarga kerajaan. Percobaan-percobaan selanjutnya banyak dilakukan dalam bidang massage, itulah permulaan pemikiran terhadap pengetahuan massage secara ilmiah. Usaha tersebut dilanjutkan oleh Prof. Kirchberg yang kemudian menerbitkan buku spor massage.
Pada akhir abad ke-sembilan belas sport massage berkembang semakin meluas dan popular, terutama di negara Eropa dengan banyaknya didirikan lembaga-lembaga pendidikan sport massage. Secara resmi Belanda untuk pertama kalinya menyelenggarakan ujian sport mssage pada tahun 1965, atas kerjasama dengan beberapa pimpinan organisasi olahraga, antara lain Ministeris Van Cultuur, Recretie en Maatschappelijk Werk dan Nederlanndsche gennootschap Voor Heilgymnastiek, masase en Physiotherapie. Di Amerika sport masseur mulai dikenal oleh umum sejak tahun 1865 sewaktu diadakan pertandingan football yang pertama antar sekolah lanjutan.
Sejarah perkembangan sport massage di Indonesia.
Relief-relief di candi Borobudur dan Prambanan yang menggambarkan raja maupun ratu yang sedang dipijat oleh para dayang-dayang telah membuktikan, bahwa budaya pijat sudah dikenal dan digunakan sejak zaman dulu. Kini perawatan semakin populer karena dipergunakan di salon, spa, maupun pusat kebugaran lainnya seperti tempat-tempat refleksi. Di samping pemijat, para terapis spa sekarang juga dituntut menguasai anatomi dan fisiologi tubuh agar menguasai keterampilan pijatan yang nyaman dan sesuai kebutuhan klien mereka.
Sebelum Perang Dunia ke-II sudah ada orang Indonesia yang belajar massage dari orang Belanda. Terutama dari serdadu Belanda bagian kesehatan. Pada jaman merdeka, terdorong oleh penyelenggaraan Asian Games IV yang membutuhkan banyak tenaga ahli massage, telah diadakan pendidikan khusus ahli massage di Surakarta, Bandung, dan semarang. Sport massage bertambah populer lagi di kalangan atlit pada pemusatian latihan Nasional Asian Games, Ganefo I, Olympiade Tokyo, maupun di PON. Dengan demikian maka pengetahuan tentang sport massage merupakan suatu keterampilan khusus di dalam olahraga Indonesia. Dewasa ini massage semakin banyak dipelajari dan menjadi mata kuliah wajib di FIK UM. Dalam hal ini yang diajarkan terutama massage untuk olahragawan, yang ditujukan kepada pembinaan kondisi jasmani.
1. PENGERTIAN
- Massage
adalah suatu cara penyembuhan yang menggunakan gerakan tangan atau alat
terhadap jaringan tubuh yang lunak.
Gerakan tangan dalam massage di sebut MANIPULASI
Gerakan tangan dalam massage di sebut MANIPULASI
- Massage adalah seni
gerak tangan yang bertujuan untuk mendapatkan kesenangan dan memelihara
kesehatan jasmani.
Gerak tangan
secara mekanis ini akan menimbulkan rasa tenang dan nyaman bagi penerimanya.
Massage dapat diberikan
kepada semua orang, laki-laki, perempuan, tua, muda, dewasa maupun anak-anak
dan orang-orang yang kita cintai ataupun pada binatang-binatang piaraan.
Kata massage berasal dari
kata Arab “mash” yang berarti “menekan dengan
lembut” atau kata Yunani “massien” yang berarti “memijat atau
melulut”.
Selanjutnya massage disebut pula
sebagai ilmu pijat atau ilmu lulut.
Para pelakunya biasa disebut
sebagai masseur untuk pria dan massaeuse untuk wanita.
2. MACAM-MACAM MASSAGE
1.Sport Massage
2.Segment Massage
3.Cosmetic Massage
4.Macam Massage yang lain
1 a) Sport Massage
Massage yang khusus
digunakan atau diberikan kepada orang-orang yang sehat badannya, terutama
olahragawan.
Diberikan hanya kepada
orang yang sehat
Macam dan cara
memijatnya lebih diutamakan kepada pengaruhnya terhadap kelancaran peredaran
darah, Merangsang persyarafan, membersihkan dan menghaluskan kulit, Mengurangi
atau menghilangkan ketegangan syaraf dan mengurangi rasa sakit, hingga dapat
menidurkan pasien.
Contoh: Sport MASASE
BUGAR & BERPRESTASI
2 b) Segment Massage
Massage yg ditujukan utk
membantu penyembuhan thdp gangguan/kelainan-kelainan fisik, terutama disebabkan
oleh cuaca, kerja yang kelewat batas, perkosaan atau paksaan (trauma) pada
badan serta kelainan pisik yang disebabkan oleh penyakit tertentu.
Contoh: kekakuan
persendian sesudah terjadinya radang sendi (arthritis), kelayuan atau
kelumpuhan otot karena berkurangnya fungsi syaraf, distorsi atau keseleo pada
sendi, rasa nyeri pada tengkuk, sakit boyok pegel” dan sebagainya.
Macam Sg.Massage shiatsu,
Tsubo, Xigong,Refleksi, Frirage, dll.
3 c) Cosmetic Massage
Massage yang khusus
ditujukan untuk memelihara serta meningkatkan kecantikan dan keindahan, baik
kecantikan muka maupun keindahan tubuh beserta bagian-bagiannya.
4 d) Macam Massage yang lain
Massage untuk merangsang
jantung, erotic massage, sensuele-massage,serta bentuk-bentuk
massage yang lain.
3. TUJUAN
MASSAGE
Pada dasarnya massage bertujuan
memperbaiki sirkulasi, membantu absorpsi (penyerapan), sekresi ( pengeluaran,
serta memperlancar distribusi energi dan nutrisi ke dalam jaringan, selain itu
massage dapat memperbaiki tonus otot dan fungsi syaraf.
Massage dapat:
• Menjaga tubuh secara umum dalam
kondisi yang lebih baik.
• Mencegah cedera dan hilangnya
mobilitas.
• Merawat dan memulihkan mobilitas pada
cedera jaringan otot
• Meningkatkan kinerja.
• Memperluas keseluruhan kehidupan karir
olahraga Anda
4. PENGARUH
MASSAGE
Efek massage terhadap jaringan bersipat
mekanis, reflektoris dam khemis.
a. Efek mekanis : Dengan teknik menekan dan mendorong secara bergantian menyebabkan terjadinya pengosongan dan pengisian pembuluh vena dan lymph, sehingga membantu memperlancar sirkulasi, membantu sekresi, dan pemberian nutrisi kedalam jaringan.
b. Efek Reflektoris : Massage menimbulkan pacuan terhadap syaraf, peredaran darah yang menimbulkan proses vasso kontriksi yang diikuti dengan vasso dilatasi lokal sehingga memperlancar peredaran darah. Selain itu syaraf motorik yang terangsang meningkatkan tonus otot.
c. Efek Khemis : Massage menyebabkan terbebasnya suatu zat sejenis histamin yang memberi efek dilatasi terhadap pembuluh darah kapiler.
a. Efek mekanis : Dengan teknik menekan dan mendorong secara bergantian menyebabkan terjadinya pengosongan dan pengisian pembuluh vena dan lymph, sehingga membantu memperlancar sirkulasi, membantu sekresi, dan pemberian nutrisi kedalam jaringan.
b. Efek Reflektoris : Massage menimbulkan pacuan terhadap syaraf, peredaran darah yang menimbulkan proses vasso kontriksi yang diikuti dengan vasso dilatasi lokal sehingga memperlancar peredaran darah. Selain itu syaraf motorik yang terangsang meningkatkan tonus otot.
c. Efek Khemis : Massage menyebabkan terbebasnya suatu zat sejenis histamin yang memberi efek dilatasi terhadap pembuluh darah kapiler.
Efek fisik dari massage• Pumping - gerakan
membelai (stroking) dalam massage akan mengisap cairan melalui pembuluh darah
dan pembuluh getah bening. Dengan meningkatkan tekanan di depan pada teknik
stroke, vakum (pengosongan) dibuat di belakang. Hal ini terutama penting dalam
ketegangan atau kerusakan jaringan otot sebagaimana otot kencang akan menekan
darah keluar seperti spons, menghilangkan jaringan nutrisi vital dan energi
untuk perbaikan.
• Peningkatan permeabilitas jaringan - Deep massage menyebabkan pori-pori di membran jaringan terbuka, memungkinkan cairan dan nutrisi untuk melewatinya. Ini membantu menghilangkan produk-produk limbah seperti asam laktat dan mendorong otot untuk mengambil oksigen dan nutrisi yang membantu mereka pulih lebih cepat.
• Peregangan - Massage dapat meregangkan jaringan yang tidak dapat meregang dalam metode biasa. Kumpulan serat otot dapat teregang secara memanjang serta menyamping. Massage juga dapat meregangkan selubung atau fasia yang mengelilingi otot, sehingga melepaskan ketegangan.
• Menguraikan jaringan parut - jaringan parut adalah hasil dari cedera atau trauma sebelumnya dan dapat mempengaruhi otot, tendon dan ligamen. Hal ini dapat mengakibatkan jaringan menjadi tidak fleksibel sehingga rentan terhadap cedera dan rasa sakit.
• Meningkatkan elastisitas jaringan - pelatihan yang keras dapat membuat jaringan keras dan tidak elastis. Ini adalah salah satu alasan mengapa pelatihan yang keras mungkin tidak menghasilkan perbaikan. Massage dapat membantu mengembalikannya dengan cara meregangkan jaringannya.
• Membuka mikro-sirkulasi – Massage dapat meningkatkan aliran darah ke jaringan, begitu pula latihan. Massage juga dapat membuka atau melebarkan pembuluh darah dan peregangannya yang memungkinkan nutrisi ini lewat lebih mudah.
Efek fisiologis massage olahraga• Pengurangan Nyeri - Ketegangan dan produk-produk sisa metabolisme pada otot dapat menimbulkan rasa nyeri. Massage membantu mengurangi ini dalam banyak cara, termasuk tubuh melepaskan endorfin.
• Peningkatan permeabilitas jaringan - Deep massage menyebabkan pori-pori di membran jaringan terbuka, memungkinkan cairan dan nutrisi untuk melewatinya. Ini membantu menghilangkan produk-produk limbah seperti asam laktat dan mendorong otot untuk mengambil oksigen dan nutrisi yang membantu mereka pulih lebih cepat.
• Peregangan - Massage dapat meregangkan jaringan yang tidak dapat meregang dalam metode biasa. Kumpulan serat otot dapat teregang secara memanjang serta menyamping. Massage juga dapat meregangkan selubung atau fasia yang mengelilingi otot, sehingga melepaskan ketegangan.
• Menguraikan jaringan parut - jaringan parut adalah hasil dari cedera atau trauma sebelumnya dan dapat mempengaruhi otot, tendon dan ligamen. Hal ini dapat mengakibatkan jaringan menjadi tidak fleksibel sehingga rentan terhadap cedera dan rasa sakit.
• Meningkatkan elastisitas jaringan - pelatihan yang keras dapat membuat jaringan keras dan tidak elastis. Ini adalah salah satu alasan mengapa pelatihan yang keras mungkin tidak menghasilkan perbaikan. Massage dapat membantu mengembalikannya dengan cara meregangkan jaringannya.
• Membuka mikro-sirkulasi – Massage dapat meningkatkan aliran darah ke jaringan, begitu pula latihan. Massage juga dapat membuka atau melebarkan pembuluh darah dan peregangannya yang memungkinkan nutrisi ini lewat lebih mudah.
Efek fisiologis massage olahraga• Pengurangan Nyeri - Ketegangan dan produk-produk sisa metabolisme pada otot dapat menimbulkan rasa nyeri. Massage membantu mengurangi ini dalam banyak cara, termasuk tubuh melepaskan endorfin.
• Relaksasi – relaksasi otot melalui
panas yang dihasilkan, sirkulasi dan peregangan. Mechanoreceptors memberikan
sensasi sentuhan, tekanan, pemanjangan dan penghangatan jaringan yang
dirangsang yang menyebabkan refleks relaksasi.
Efek psikologis massage
• Mengurangi kegelisahan - melalui efek
yang disebutkan di atas diinduksi dan relaksasi sehingga mengurangi tingkat
kecemasan.
• menyegarkan - jika pijatan dilakukan dengan gerakan cepat seperti apa yang akan dilakukan sebelumnya maka hal ini dapat menghasilkan perasaan yang menyegark
• menyegarkan - jika pijatan dilakukan dengan gerakan cepat seperti apa yang akan dilakukan sebelumnya maka hal ini dapat menghasilkan perasaan yang menyegark
5. TEKNIK
MASSASE
Yang termasuk teknik massage adalah :
1.
Manipulasi massage
2. Pelaksanaan massage
3. Posisi pasien
4. Penggunaan alat-alat massage
6. BERBAGAI
PEGANGAN MASSAGE :
1. Stroking / Efleurage = Urutan /
Elusan
a. Superfisial stroking.
b. Deep stroking
2. Compression = Perasana.
a. Kneading/petrissage (memijat)
b. Wringing (memeras)
c. Rolling (Menggeser)
d. Walken (Menekan)
3. Frictions = Gosokan
a. Spiral
b. Circulary
c. Rotary
4. Tapotement = Pukulan
a. Hacking ( Mencincang)
b. Beating (dengan kepalan)
c. Clapping ( dengan telapak jari)
d. Cupping (dengan telapak tangan di
cekungkan)
e. Typing ( seperti mengetik)
f. Spatting ( cipratan)
g. Chucking (tarikan lepas)
5. Vibrations = Getaran
a. Palmar (dengan telapak tangan)
b. Knuckle ( dengan kepalan)
6. Shaking = Guncangan
a. Pada lengan (telentang/duduk)
b. Pada tungkai (telungkup)
Dalam praktek massage manipulasi yang
sebanyak itu tidak perlu selalu digunakan seluruhnya, melainkan di sesuaikan
dengan keperluan saja.
PENJELASAN
1. STROKING
1. STROKING
Berdasarkan dalamnya tekanan pelaksanaan
stroking di bagi menjadi dua macam pegangan, yaitu :
a. Superficial Stroking. Manipulasi ini merupakan elusan lembut pada permukaan kulit sehingga mempunyai pengaruh menenangkan (sadatif). Arah gerakan tidak tertentu, biasanya dilakukan dengan telapak jari atau telapak tangan, manipulasi ini biasa dipakai untuk memulai atau mengakhiri acara massage.
b. Deep Stroking. Manipulasi ini terdiri atas gerakan mengurut atau menggerus kearah pusat (centripetal) secara kontinyudengan tekanan yang lebih dalam.
Bentuk Pegangan Stroking ada 3 macam, yaitu :
1.
Palmar (dengan telapak tangan). Jari-jari harus rapat kecuali ibu jari.
Seluruh permukaan telapak tangan harus kontak dengan permukaan kulit.
2.
Digital (dengan ujung atau telapak jari tangan. Manipulasi ini dikerjakan
dengan satu, dua atu seluruh jari tangan.
3.
Knuckle (kepalan). Dipergunakan terutama untuk otot-otot yang tebal dan
keras.
2.COMPRESSIONS
Dengan manipulasi perasan ini pengaruh
stroking diperhebat, sirkulasi diperlancar.
a. Kneading/Petrissage (mengadoni dan memijat)
a. Kneading/Petrissage (mengadoni dan memijat)
Kedua bentuk pegangan ini pengertiaanya
sering dipersamakan. Kneading/petrissage dilakukan dengan palmar yaitu dengan
memegang otot sebanyak-banyaknya kemudian memeras/menekan tanpa menggeser.
Jari-jari harus lurus jangan bengkok untuk menghindarkan perasaan sakit
terhadap pasien. Pijatan dilakukan berpindah-pindah dari ujung ke central.
pijatan dapat dilakukan dengan dua tangan bersama-sama atau bergantian, dalam
hal ini satu tangan memegang otot dan yang lainnya memijat.
b. Wringing (perasan)
Pegangan ini seperti memeras kain
cucian, tangan bergerak bertentangan yang satu mendorong dan yang lain menarik,
gerakan pindahnya menuju ke jantung.
c. Rolling (menggeser)
c. Rolling (menggeser)
Pegangan ini dimulai dengan sikap
memegang otot seperti pada petrissage, yang dilakukan oleh tangan yang terjauh
sedang tangan yang lain memegang dan mengangkat otot di abgian yang lebih dekat
ke pusat. Gerakan memeras dilakukan oleh tangan yang terjauh dengan merapatkan
telunjuk ke ibu jari, kemudian tangan lain bergeser ke arah pusat sambil
mengangkat otot disusul gerak perasan berikutnya.
d. Walken.
d. Walken.
Pegangan ini dikerjakan dengan dua
tangan. Misalnya tangan kiri berada pada bagian proksimal, memegang otot dengan
ibu jari dan jari-jari yang lain terpisah. Tangan kanan memegang otot tadi pada
bagian dital dengan posisi ibu jari berada di antara telunjuk dan ibu jari
tangan kiri. Tangan kiri lebih dulu melakukan pijatan dan sementara itu juga
tangan kanan melakukan pijatan dengan ibu jari. Tangan kiri kendur dan
menggeser keatas dan melakukan pijatan lagi yang kemudian diikuti tangan kanan.
7. KOMPONEN
MASSAGE
Komponen masas yaitu
sesuatu ataupun aturan-aturan yang di berikan oleh masseur/masseuse terhadap
pasien.
Komponen-komponen tersebut meliputi :
A. Arah Gerakan Tangan
Gerakan tangan yang
benara dari seorang masseur/masseuse adalahke arah centripetal yaitu gerakan tangan
yang mengikuti pembuluh darah balik (vena) yang membawa darah kotor ke jantung.
Pada bagian-bagian di
bawah jantung harus diarahkan ke atas (ke arah jantung), sedangkan pada bagian
tubuh di atas jantung terutama leher sebagai jembatan penghubung kepala harus
diarahkan ke bawah (ke arah jantung) melalui pembuluh darah balik (vena).
B. Manipulasi Pada Pasien
Manipulasi atau
Pegangan yang dilakukan seorang masseur/masseuse dilakukan dengan tekanan yang
cukup disesuaikan kondisi sipasien dan penuh perasaan sehingga mendatangkan
rasa enak (nyaman) pada pasien yang bersangkutan.
Pada saat melakukan
massage, tangan masseur/masseuse harus dalam keadaan rileks, tidak kaku atau
tegang. Jika perlu harus menggunakan berat badanya untuk memberikan tambahan
tekanan, tetapi tetaplah harus dalam batas-batas yang sesuai menurut
kebutuhannya, sehingga tidak sampai menimbulkan bercak-bercak merah (memar)
yang menimbulkan rasa sakit.
Masseur/masseuse tetap
harus memusatkan perhatiannya terhadap tugas yang dihadapi dan selalu sensitif
(peka) terhadap segala perubahan-perubahan yang terjadi pada si pasien.
Dalam mempelajari
pegangan atau manipulasi ini ada dua hal yang perlu di perhatikan, yaitu :
a. Mempelajari
manipulasi.
b. Berlatih melaksanakan pegangan dan berlatih meraba dan merasakan
bagaimana kondisi jaringan yang di massage.
Hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian
antara lain :
1.
Keadaan kulit, misalnya kulit yang kasar, suhu (dingin/panas) atau warna
kemerah-merahan (bengkak).
2.
Keadaan abnormal pada jaringan di bawah kulit, misalnya pembengkakan
(haematome), pengerasan atau penebalan (miogelosen), jaringan yang lunak, otot
kaku atau kejang-kejang.
3.
Pergeseran pada sendi atau perubahan dalam luas gerak persendian.
4.
Tanda-tanda kelelahan, kesulitan dalam pernafasan dan lain-lain.
C. Posisi Pasien
Seorang pasien yang
akan dimasase hendaknya mengambil posisi serileks mungkin, agar bagian yang
akan dimasase tidak mengalami ketegangan (kendor).
Keadaan rileks dari
pasien ini sangatlah penting, agar manipulasi yang diberikan memperoleh hasil
yang sebaik-baiknya, selain itu keadaan rileks akan memberikan istirahat
jasmani dan rohani. Hal ini diperlukan mengingat banyak orang yang mengalami
kesibukan, ketegangan dan kecemasan dalam kehidupan sehari-hari. Terkadang jika
seorang pasien diminta untuk rileks, tanpa disadari ia justru menimbulkan
ketegangan pada anggota tubuhnya, hal ini timbul karena ada perasaan
cemas, takut sakit atau asing terhadap keadaan sekitarnya.
Untuk melihat apakah
si pasien benar-benar dalam keadaan rileks selama perawatan diberikan, maka
dapat di tes dengan memberikan manipulasi dengan sedikit gerakan pasif yaitu
mengangkat salah satu anggota badan ke atas dan kemudian dibiarkan jatuh. Jika
masih ada ketegangan, maka pasien diminta berbaring lagi seakan-akan tidak
bertenaga sama sekali.
Pasien harus dalam
keadaan hangat selama dimassage, dan diharapkan tidak terhembus oleh angin,
meskipun di dalam ruangan terdapat banyak ventilasi. Selain itu selama di
masase, bagian tubuh yang tidak di masase harus ditutup atau diselimuti.
Hal tersebut
perlu diperhatikan agar pasien tetap dalam kondisi nyaman dan efek massage
dapat dirasakan secara maksimal.
Beberapa posisi yang dianjurkan selama kegiatan masase
antara lain :
1.
Posisi Tidur Telungkup
Posisi tidur telungkup yang baik adalah kedua lengan lurus ke
bawah di samping badan, kepala dipalingkan ke samping dan diletakkan diatas
bantal yang tidak terlalu tinggi atau bila tidak ada bantal dapat melibatkan
kedua tangan yang diletakkan di bawah dagu. Jika terdapat bangku masase yang
lebih modern, biasanya posisi kepala diletakkan pada bagian yang berlubang
dengan hiasan dibawah sebagai penyegar pandangan (misalnya : bunga segar
yang diletakkan di baskom).
Posisi lengan yang di samping badan
hendaknya jangan sampai terkulai ke bawah, karena akan banyak darah yang
mengalir ke lengan sehingga terjadilah pembendungan. Oleh karena itu lengan
diletakkan di samping badan, dengan jari-jari serta telapak tangan menghadap ke
atas.
Untuk menjaga agar kaki bawah (sendi
pergelangan kaki : engkel) tidak terlalu bengkok yang menyebabkan rasa
sakit berilah alas dengan guling di bawah kura-kura kaki. Jika ada pasien yang
bentuk badannya tinggi dapat digunakan cara yaitu meletakkan kakinya pada tepi
bangku masase dengan diberi alas bantal tipis atau handuk yang dilipat, dan
apabila pada posisi telungkup ada pasien yang merasa sakit pada daerah lutut,
berilah alas berupa handuk atau bahan lain, sehingga tempurung lutut akan terlindungi.
2.
Posisi Tidur Telentang
Untuk memasase tubuh
bagian depan, maka posisi pasien harus tidur telentang dan lengan diletakkan di
samping badan. Letakkan bantal yang tidak terlalu tinggi di bawah kepala dan
guling atau gulungan handuk di bawah lutut untuk menghindari rasa sakit pada
saat melakukan tekanan pada paha bagian depan (quadriceps).
3.
Posisi Duduk
Posisi duduk yang lebih baik adalah
pantat diletakkan pada alas kursi, sedangkan pinggang-punggung pada kondisi
bersandar. Kaki, tangan, leher dan kepala dalam keadaan rileks, dan tidak ada
bagian tubuh yang kontraksi sedikitpun.
Tempat duduk yang baik adalah bangku
masase, tetapi jika tidak ada dapat memakai kursi biasa yang kerangkanya
memenuhi syarat secara otomatis, dan sikap masseur/masseuse pada saat memasase
dalam posisi berdiri.
D. Penggunaan Bahan Pelicin
Beberapa macam bahan
pelican yang dapat digunakan dalam melakukan masase, antara lain :
1.
Berupa minyak cair : baby oil, minyak zaitun, minyak aroma terapi (almond,
2.
lavender dll), minyak kelapa (ikan dorang), dll.
3.
Berupa bedak : baby talk, salycil talk, dll.
4.
Berupa bahan cair beraroma : hand body, citra, dll.
5.
Berupa vaselin : balsem, vicks, avitson, dll.
6.
Berupa cream : counterpain, stop-x, rheumason cream, dll.
7.
Berupa sabun : sabun mandi, sabun cuci, dll.
Dari berbagai
persyaratan bahan pelican yang dikemukakan di atas, maka ada syarat-syarat yang
harus dipenuhi, yaitu :
1.
Tidak mengganggu kulit pasien, misalkan yang tidak tahan rheumason karena
2.
panasnya, tidak perlu diberikan karena akan menimbulkan panas yang
berlebihan
3.
dan rasa tidak nyaman.Tidak berbau terlalu tajam sehingga mengganggu
pasien.
4.
Tidak terlalu cepat menguap.
5.
Selesai massage hendaknya di bersihkan dengan handuk, jangan sampai banyak
pelicin yang tertinggal pada kulit.
Catatan :
Sebagai terapi
(pengobatan), masase dapat digunakan dalam membantu reposisi dalam kasus-kasus
cedera, misalnya luxatie (salah sendi) atau dislokasi (lepas sendi) tetapi
dengan syarat harus sangat hati-hati dan membutuhkan pengalaman yang cukup
lama.
8. MANIPULASI
MASSAGE DAN FUNGSINYA
Manipulasi adalah
Gerakan-gerakan yang dipergunakan dalam masase disebut prosedur manual, dan
manipulasi masase mempunyai bentuk dan variasi yang banyak sekali, tetapi
manipulasi ini telah digolongkan dan disesuaikan menurut dampaknya, sehingga
dapat terbagi menjadi dua golongan manipulasi ialah :
A. Manipulasi Pokok
dan
B. Manipulasi
Pembantu.
A. Manipulasi Pokok Massage
Disebut manipulasi
pokok karena merupakan dasar (basic) didalam pelaksanaan masase olahraga,
teknik pegangan dalam masase ini terdiri dari 9 manipulasi pokok yaitu :
1.
Effleurage (Menggosok)
Teknik masase ini
digunakan sebagai manipulai pembuka dan penutup. Pelaksanaanya adalah jari-jari
tangan rapat mencakup otot, gosokan menuju arah jantung dan dilakukan secara
berirama dan kontinyu.
Pengaruh mekanis dari effleurage adalah membantu kerja
pembuluh darah balik (vena) dan menyebabkan timbulnya panas tubuh sehingga
manipulasi effleurage dapat berfungsi sebagai pemanasan (warming up).
Pengaruh fisiologis dari gosokan yang
kuat mempengaruhi sirkulasi darah pada jaringan yang paling dalam dan di otot-otot.
Gosokan sedang lebih mengaktifkan sirkulasi pada pembuluh getah bening
(lymphe), sedangkan gosokan lamban menghasilkan pelebaran pembuluh darah
(vasodilatasi) local dengan waktu lama yang disebut hyperaemi.
2.
Petrissage (Memijat)
Petrissage adalah prosedur masase yang
dilakukan dengan teknik perasan, tekanan, dan pencomotan otot dari jaringan
dalam.
Petrissage dapat dilakukan dengan satu
tangan atau kedua tangan dengan gerakan bergelombang, berirama, tidak
terputus-putus dan terikat satu sama lain. Gerakan diulang-ulang beberapa kali
pada tempat yang sama, kemudian tangan dipindah-pindahkan sedikit demi sedikit
sepanjang kumpulan otot.
Pengaruh mekanis yang ditimbulkan oleh
gerakan peras adalahmenghancurkan sisa-sisa pembakaran dan melemaskan
kekakuan di dalam jaringan.
Pengaruh fisiologis dari manipulasi
petrissage terutama berhubungan dengan suatu perintah latihan bagi saraf
motorik yang merangsang fungsi otot. Selain itu gerakan mengangkat, memeras dan
menekan menyebabkan perbaikan aliran darah dalam otot dan menambah kekuatan
(tonus) otot.
3.
Friction (Menggerus)
Friction atau
menggerus adalah prosedur yang sangat tua dan banyak
dipergunakan dalam semua bentuk masase. Pelaksanaanya adalahdengan
gerakan putaran spiral menuju ke arah jantung. Menurut letak dan tempat bagian
badan, maka manipulasi ini dapat dilakukan denganbermacam-macam variasi
yaitu dengan menggunakan jari, ibi jari, telapak tangan atau bahkan dengan
sikut.
Pengaruh mekanis dari friction
menghasilkan kelancaran aliran darah setempat (vasodilatasi local), merangsang
pergantian nutrisi, dan juga sebagai pemanasan.
Pengaruh fisiologis adalah aksi friction di dalam
melancarkan aliran darah dan pembesaran serabut otot.
4.
Shaking (Menggoncang)
Shaking atau
menggoncang adalah prosedur masase yang juga sering dipakai
untuk membantu para olahragawan agar otot-ototnya menjadi kendor, sehingga
memudahkan sirkulasi darah.
Pelaksanaanya adalah dengan jari-jari membengkok,
misalnya bagian bawah dan atas pada bagian yang berotot, lengan atas dan
lengan bawah, paha atau betis yang dilakukan dengan gerakan-gerakan ke samping,
ke atas dan ke bawah. Manipulasi
dilakukan dengan irama yang hidup serta tangan berpindah-pindah dan berdekatan.
Pengaruh
mekanis dari manipulasi shaking adalah jika dilakukan dengan baik, goncangan ini akan
melemaskan otot-otot dan menambah fleksibilitas jaringan-jaringan.
Pengaruh
fisiologis adalah merangsang dan memberikan desakan ke dalam, terutama
pada organ tubuh bagian perut dan dada, serta mengendurkan, melemaskan, dan
mengulur bagian lunak yang menyebabkan lancarnya peredaran darah dan
meningkatkan kerja syaraf.
5.
Tapotement (Memukul)
Manipulasi ini sering
digunakan pada masase olahraga, yaitugerakan pukulan ringan dan berirama
dengan jari-jari tangan, telapak tangan atau kepalan. Dapat juga dilakukan secara mekanis atau dengan
bantuan alat yang digerakan tangan atau listrik. Yang sering digunakan dan
lebih baik adalah manipulasi “mencincang”, yang dilakukan oleh jari-jari kedua
belah tangan dengan jarak yang cukup berdekatan. Gerakan dilakukan dengan irama
hidup (irama yang bersemangat), sesuai dengan keadaan dan tidak terputus-putus.
Sikap tangan dapat berupa setengah mengepal, jari-jari terbuka, dengan punggung
jari-jari atau dengan membentuk tangan seperti mangkuk (cupping).
Biasanya tapotement diberikan di daerah
pinggang-punggung dan pantat, tetapi boleh juga diberikan di tempat lain
apabila diperlukan.





1 Responses to “MASSAGE”
Menangkan Jutaan Rupiah dan Dapatkan Jackpot Hingga Puluhan Juta Dengan Bermain di www(.)SmsQQ(.)com
18 January 2019 at 18:30Kelebihan dari Agen Judi Online SmsQQ :
-Situs Aman dan Terpercaya.
- Minimal Deposit Hanya Rp.10.000
- Proses Setor Dana & Tarik Dana Akan Diproses Dengan Cepat (Jika Tidak Ada Gangguan).
- Bonus Turnover 0.3%-0.5% (Disetiap Harinya)
- Bonus Refferal 20% (Seumur Hidup)
-Pelayanan Ramah dan Sopan.Customer Service Online 24 Jam.
- 4 Bank Lokal Tersedia : BCA-MANDIRI-BNI-BRI
8 Permainan Dalam 1 ID :
Poker - BandarQ - DominoQQ - Capsa Susun - AduQ - Sakong - Bandar Poker - Bandar66
Info Lebih Lanjut Hubungi Kami di :
BBM: 2AD05265
WA: +855968010699
Skype: smsqqcom@gmail.com
Post a Comment