Teruslah Bermimpi dan Belajar Mewujudkan Setiap Mimpi
Powered by Blogger.

Kurikulum Pembelajaran

1.     Jelaskan pengertian kurikulum !
Jawaban :
Rencana pembelajaran yang disusun secara logis dan sistematis mengenai isi dan bahan pengajaran, serta cara yang digunakan dalam menyelenggarakan belajar mengajar yang dilaksanakan oleh guru dan siswa dikelas atau diluar kelas.
2.     Jelaskan kegunaan kurikulum !
Jawaban :
Sebagai alat membantu peserta didik, untuk mengembangkan pribadinya ke arah tujuan pendidikan. Kurikulum itu segala aspek yang mempengaruhi peserta didik di sekolah, termasuk guru dan sarana serta prasarana lainnya. Kurikulum sebagai program belajar bagi siswa, yang disusun secara sistematis dan logis, diberikan oleh sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan.
3.     Mengapa mahasiswa FKIP dibelajarkan mata kuliah kurikulum? Jelaskan alasannya !
Jawaban : 
Agar bisa mencetak seorang pendidik atau guru yang profesional, dimana guru tersebut adalah perangkat pembelajaran yang akan mentransfer ilmunya kepada peserta didik sesuai dengan kurikulum.
4.     Jelaskan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum dibawah ini :
1)   Prinsip berorientasi pada tujuan;
2)   Prinsip relevansi pada siswa dan relevansi pada masyarakat;
3)   Prinsip continuitas;
4)   Prinsip fleksibilitas;
5)   Prinsip efisiensi;
6)   Prinsip efektivitas.
Jawaban :
1)   Prinsip berorientasi pada tujuan;
Guru harus menentukan tujuan pengajaran sebelum menentukan bahan. Hal ini berarti bahwa guru dapat menentukan dengan tepat metode mengajar, alat pengajaran dan evaluasi yang digunakan dalam proses belajar-mengajar.
2)   Prinsip relevansi pada siswa dan relevansi pada masyarakat;
Secara internal bahwa kurikulum memiliki relevansi di antara komponen-komponen kurikulum (tujuan, bahan, strategi, organisasi dan evaluasi). Sedangkan secara eksternal bahwa komponen-komponen tersebut memiliki relevansi dengan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi (relevansi epistomologis), tuntutan dan potensi peserta didik (relevansi psikologis) serta tuntutan dan kebutuhan perkembangan masyarakat (relevansi sosilogis).
3)   Prinsip continuitas;
Adanya kesinambungan dalam kurikulum, baik secara vertikal, maupun secara horizontal. Pengalaman-pengalaman belajar yang disediakan kurikulum harus memperhatikan kesinambungan, baik yang di dalam tingkat kelas, antar jenjang pendidikan, maupun antara jenjang pendidikan dengan jenis pekerjaan.
4)   Prinsip fleksibilitas;
Bahwa kurikulum itu harus lentur dan tidak kaku, terutama dalam hal pelaksanaannya, dalam pengembangan kurikulum mengusahakan agar apa yang dihasilkan memiliki sifat luwes, lentur dan fleksibel dalam pelaksanaannya, memungkinkan terjadinya penyesuaian berdasarkan situasi dan kondisi tempat dan waktu yang selalu berkembang, serta kemampuan dan latar belakang peserta didik.
5)   Prinsip efisiensi;
Kurikulum harus praktis, mudah dilaksanakan, menggunakan alat-alat sederhana dan biayanya murah. Dalam hal ini, kurikulum dan pendidikan selalu dilaksanakan dalam keterbatasan-keterbatasan, baik keterbatasan waktu, biaya, alat, maupun personalia.
6)   Prinsip efektivitas;
Prinsip efektivitas merujuk pada pengertian kurikulum itu selalu berorientasi pada tujuan tertentu yang ingin dicapai. Kurikulum biasa dikatakan sebagai instrument untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu, jenis dan karakteristik tujuan apa yang ingin dicapai harus jelas. Kejelasan tujuan akan mengarahkan pada pemilihan dan penentuan isi, metode dan system evaluasi serta model kurikulum apa yang akan digunakan juga akan mempermudah dan mengarahkan dalam implementasi. Prinsip efektifitas mengusahakan agar kegiatan pengembangan kurikulum mencapai tujuan tanpa kegiatan yang mubazir, baik secara kualitas maupun kuantitas.
5.     Jelaskan maksud-maksud landasan pengembangan kurikulum dibawah ini:
1)   Landasan Filosofis;
2)   Landasan Yuridis;
3)   Landasan Teoritis;
4)   Landasan Empiris;
5)   Landasan Agamis;
6)   Landasan Sosial Budaya.
Jawaban :
1)   Landasan Filosofis
Filsafat memegang peranan penting dalam pengembangan kuikulum. Sama halnya seperti dalam Filsafat Pendidikan, kita dikenalkan pada berbagai aliran filsafat, seperti : perenialisme, essensialisme, eksistesialisme, progresivisme, dan rekonstruktivisme. Dalam pengembangan kurikulum pun senantiasa berpijak pada aliran-aliran filsafat tertentu, sehingga akan mewarnai terhadap konsep dan implementasi kurikulum yang dikembangkan.
2)   Landasan Yuridis
Secara yuridis, respon pendidikan terhadap kebutuhan masyarakat dan bangsa dalam membangun generasi muda bangsanya. Secara pedagogis, kurikulum adalah rancangan pendidikan yang memberi kesempatan untuk peserta didik mengembangkan potensi dirinya dalam suatu suasana belajar yang menyenangkan dan sesuai dengan kemampuan dirinya untuk memiliki kualitas yang diinginkan masyarakat dan bangsanya.
3)   Landasan Teoritis
Pendidikan berdasarkan standar menetapkan adanya standar nasional sebagai kualitas minimal warga negara yang dirinci menjadi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Kurikulum berbasis kompetensi dirancang untuk memberikan pengalaman belajar seluas-luasnya bagi peserta didik dalam mengembangkan kemampuan untuk bersikap, berpengetahuan, berketerampilan, dan bertindak.
4)   Landasan Empiris
Kurikulum harus mampu membentuk manusia Indonesia yang mampu menyeimbangkan kebutuhan individu dan masyarakat untuk memajukan jati diri sebagai bagian dari bangsa Indonesia dan kebutuhan untuk berintegrasi sebagai satu entitas bangsa Indonesia.
5)   Landasan Agamis
Agama erat kaitannya dengan keadaan masyarakat yang mempercayainya. Karena kepercayaan masyarakat tersebut, masyarakat memasukkan nilai-nilai agama didalam segala kehidupan dunia mereka, tanpa terkecuali dalam mengembangkan kurikulum. Kurikulum akan semakin populer bila landasan dari segi agamanya sama dengan mayoritas pemeluk agama di daerah dimana sekolah tersebut berada. Oleh karena itu banyak lembaga pendidikan yang menjadikan agama sebagai pusat dari pengembangan kurikulumnya.
6)   Landasan Sosial Budaya
Kurikulum dapat dipandang sebagai suatu rancangan pendidikan. Sebagai suatu rancangan, kurikulum menentukan pelaksanaan dan hasil pendidikan. Kita maklumi bahwa pendidikan merupakan usaha mempersiapkan peserta didik untuk terjun ke lingkungan masyarakat. Pendidikan bukan hanya untuk pendidikan semata, namun memberikan bekal pengetahuan, keterampilan serta nilai-nilai untuk hidup, bekerja dan mencapai perkembangan lebih lanjut di masyarakat.
6.     Mengapa pelajaran pancasila di ajarkan disekolah? Jelaskan!
Jawaban :
Karena pancasila adalah salah satu falsafah hidup terbaik di dunia. Pendidikan pancasila wajib diajarkan di sekolah-sekolah agar generasi muda mampu menjadi warga negara yang mengamalkan Pancasila dalam kehidupannya.
7.     Mengapa pelajaran agama di ajarkan disekolah? Jelaskan!
Jawaban :
Karena untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang maha Esa dan berakhlak mulia serta peningkatan potensi spiritual. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, dan moral sebagai perwujudan dari pendidikan Agama. Peningkatan potensi spiritual mencakup pengenalan, pemahaman, dan penanaman nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan individual ataupun kolektif kemasyarakatan. Peningkatan potensi spiritual tersebut pada akhirnya bertujuan pada optimalisasi berbagai potensi yang dimiliki manusia yang aktualisasinya mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan.
8.     Mengapa kurikulum 2013 diganti dengan kurikulum KTSP? Jelaskan alasannya !
Jawaban :
Karena seperti ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dengan materi yang diajarkan dalam buku pelajaran, juga masih banyak guru yang kesulitan menjalankan evaluasi K13 yang berbasis diskripsi. Dan kurikulum 2013 itu masih setengah matang dan dipaksakan untuk dijalankan di seluruh Indonesia.
9.     Jelaskan pengertian komponen-komponen kurikulum di bawah ini :
1)   Komponen tujuan;
2)   Komponen bahan ajar;
3)   Komponen PBM;
4)   Komponen penilaian.
Jawaban :
1)   Komponen tujuan
Komponen kurikulum yang menjadi target atau sasaran yang mesti dicapai dari melaksanakan kurikulum. Tujuan kurikulum dapat dispesifikasikan ke dalam tujuan pembelajan umum yaitu, berupa tujuan yang dicapai untuk satu semester, atau tujuan pembelajan khusus yang menjadi target pada setiap kali tatap muka.
2)   Komponen bahan ajar
Komponen yang didesain untuk mencapai komponen tujuan. Yang dimaksud komponen bahan ajar adalah bahan-bahan kajian yang terdiri dari  ilmu pengetahuan, nilai, pengalaman, dan keterampilan yang dikembangkan ke dalam proses pembelajaran guna mencapai komponen tujuan. Komponen bahan ajar harus dikembangkan untuk mencapai komponen tujuan, oleh karena itu komponen tujuan dengan komponen bahan ajar atau dengan komponen-komponen yang lainnya haruslah dilihat dari sudut hubungan yang fungsional.
3)   Komponen PBM
Segala sesuatu yang telah diprogramkan akan dilaksanakan dalam proses belajar mengajar. Dalam kegiatan belajar mengajar akan melibatkan semua komponen pengajaran, kegiatan belajar akan menentukan sejauh mana tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai. Dalam kegiatan belajar mengajar, guru dan peserta didik terlibat dalam sebuah interaksi dengan bahan pelajaran sebagai mediumnya. Dalam interaksi itu peserta didiklah yang lebih aktif, bukan guru. Guru hanya berperan sebagai motivator dan fasilitator. Dalam kegiatan belajar mengajar, guru sebaiknya memperhatikan perbedaan individual peserta didik, yaitu pada aspek biologis, intelektual dan psikologis. Kerangka berpikir demikian dimaksudkan agar guru mudah dalam melakukan pendekatan kepada setiap peserta didik secara individual.
4)   Komponen penilaian
Penilaian merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kurikulum. Melalui penilaian, dapat ditentukan nilai dan arti kurikulum sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan apakah suatu kurikulum perlu dipertahankan atau tidak, dan bagian-bagian mana yang harus disempurnakan. Penilaian merupakan komponen untuk melihat efektivitas pencapaian tujuan. Dalam konteks kurikulum, penilaian dapat berfungsi untuk mengetahui apakah tujuan yang ditetapkan telah tercapai atau belum, atau penilaian digunakan sebagai umpan balik dalam perbaikan strategi yang ditetapkan.
10.  Jelaskan hubungan tujuan dengan bahan ajar !
Jawaban :
Hubungan tujuan dan bahan ajar itu saling berkaitan, karena kalau tidak ada bahan ajar, tujuan pembelajaran pun tidak akan tercapai. Jadi dalam mempersiapkan bahan ajar yang akan disampaikan kepada peserta didiknya harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang sudah ditentukan.
11.  Jelaskan hubungan tujuan dengan PBM !
Jawaban :
Hubungan tujuan dan PBM juga sama saling berkaitan, karena tidak akan tercapai tujuan kalau tidak ada proses belajar mengajar. Maka dalam proses belajar mengajar harus sesuai dengan tujuan pembelajaran tersebut.
12.  Jelaskan hubungan tujuan dengan penilaian !
Jawaban :
Tidak akan tercapai suatu tujuan kalau tidak ada penilaian, karena dalam penilaian selama proses belajar harus sesuai menuju pada tujuan pembelajaran yang sudah ditentukan.
13.  Jelaskan apa yang dimaksud dengan :
a.    Kurikulum nasional;
b.    Kurikulum insitusional (KTSP)
c.    Silabus;
d.    RPP.
Jawaban :
a.    Kurikulum nasional
kurukulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan teartentu. Kurikulum yang disusun oleh tim pengembang tingkat nasional dan digunakan secara nasional sebagai penyempurna dari kurikulum 2013
b.    Kurikulum insitusional (KTSP)
Kurikulum Tingkat Kesatuan Pendidikan (KTSP) adalah suatu ide tentang pengembangan kurikulum yang diletakan pada posisi yang paling dekat dengan pembelajaran, yakni sekolah dan satuan pendidikan. Kurikulum Tingkat Satuan Pendididkan (KTSP) merupakan salah satu wujud reformasi pendidikan yang memberikan otonomi kepada sekolah dan satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan potensi, tuntunan, dan kebutuhan masing-masing.
c.    Silabus
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan kelompok mata pelajaran atau tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok atau pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber, bahan atau alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok atau pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian.
d.    RPP
RPP adalah seperangkat rencana yang menggambarkan proses dan prosedur pengorganisasian kegiatan pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang telah ditetapkan dalam standar isi dan dijabarkan di dalam silabus.
14.  Kurikulum itu sudah bagus karenanya tak perlu diubah. Apa sesungguhnya yang harus diperbaiki itu, sebutkan 5 (lima) macam !
Jawaban:
-     Belum terpenuhinya semua sarana dan prasarana untuk kenyamanan dalam proses belajar mengajar.
-      Kelengkapan buku yang menunjang untuk murid masih kurang.
-      Kelengkapan alat peraga untuk PBM
-      Metode Pendekatan Guru dengan murid
-      SDM dari gurunya sendiri
15.  Mengapa ada ujian nasional ? Jelaskan maksud dan tujuannya !
Jawaban :
Karena untuk meningkatkan mutu bangsa, yang harus ditingkatkan itu adalah sektor pendidikan. Orang tidak akan bisa meraih sukses tanpa bekerja keras, baik siswa maupun guru. Bagi pelajar, salah satu wadah kerja keras itu adalah UN.

Tujuannya adalah untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Dan mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik, mengukur mutu pendidikan ditingkat nasional, propinsi, kabupaten/kota, dan sekolah/madrasah. Dan juga mempertanggungjawabkan penyelenggaraan pendidikan secara nasional.

2 Responses to “Kurikulum Pembelajaran”

Unknown :

cara downloadnya gmna?

1 May 2016 at 12:00

shanti :

Menangkan Jutaan Rupiah dan Dapatkan Jackpot Hingga Puluhan Juta Dengan Bermain di www(.)SmsQQ(.)com

Kelebihan dari Agen Judi Online SmsQQ :
-Situs Aman dan Terpercaya.
- Minimal Deposit Hanya Rp.10.000
- Proses Setor Dana & Tarik Dana Akan Diproses Dengan Cepat (Jika Tidak Ada Gangguan).
- Bonus Turnover 0.3%-0.5% (Disetiap Harinya)
- Bonus Refferal 20% (Seumur Hidup)
-Pelayanan Ramah dan Sopan.Customer Service Online 24 Jam.
- 4 Bank Lokal Tersedia : BCA-MANDIRI-BNI-BRI

8 Permainan Dalam 1 ID :
Poker - BandarQ - DominoQQ - Capsa Susun - AduQ - Sakong - Bandar Poker - Bandar66

Info Lebih Lanjut Hubungi Kami di :
BBM: 2AD05265
WA: +855968010699
Skype: smsqqcom@gmail.com

18 January 2019 at 18:35

Post a Comment